12 Okt 2014

Hakikat Manusia

Berbicara tentang manusia, maka akan berbicara tentang keagungan sang pencipta-Allah. Dalam Alquran ada banyak ayat yang menerangkan manusia dilihat dari tugas, sifat, cirri fisik, dan hubungannya baik dengan khaliq-Allah, maupun dengan makhluk. Selain itu manusia sering disebut Al insan hayawan nathiq yang berarti manusia adalah hewan (makhluk) yang mampu berpikir, ungkapan tersebut mempertegas bahwa manusia adalah hewan yang oleh Allah diberikan kelebihan potensi yang jauh lebih banyak dari makhluk-makhluk yang lain.
Akal, kalbu, dan nafsu menjadi tiga perangkat utama yang membedakannya dengan makhluk lainnya. Akal merupakan salah satu alat untuk berpikir yang melahirkan Intelligence Quotient (IQ), kalbu merupakan alat berzikir yang melahirkan Spiritual Quotient (SQ), sedangkan nafsu merupakan alat untuk ikhtiar yang mengandung dimensi Emotional Quotient (EQ).
Setidaknya terdapat tiga kata yang digunakan Alquran untuk menunjukkan makna manusia, yaitu Al-basyar, Al-insan, dan An-nas. Al-basyar dinyatakan dalam Alquran sebanyak 38 kali di 26 surah. Secara etimologi makna dari kata Al-basyar adalah kulit kepala, wajah, atau tubuh yang menjadi tempat tmbuhnya rambut. Sedangakan selanjutnya yaitu Al-Insan, teradapat dalam Alquran sebanyak 73 kali dalam 43 surah, kata Al-Insan ditujukan untuk menunjukan totalitas manusia sebagai makhluk jasmani dan rohani. Sedangkan An-Nas berbicara tentang kognitif dari seseorang. 
Berbicara tentang pikiran, atau tentang kognitif, dalam al-Khawathir, Syekh Muhammad Mutawalli al-Sya’rawi mengatakan, “Pikiran adalah alat ukur yang digunakan  manusia untuk memilih sesuatu yang dinilai lebih baik dan lebih menjamin masa depan diri dan keluarganya”. Dengan berpikir, kata James Allan, seseorang bisa menentukan pilihannya. Dalam psikologi social, ilmuwan mendefinisikan “berpikir” sebagai bagian terpenting yang membedakan manusia dari binatang, tumbuh-tumbuhan , dan benda mati.
Dalam Aladdin Factor karya Jack Canfield dan Mark Viktor Hansen saya menemukan informasi yang menghentak kesadaran. Dalam buku itu disebutkan bahwa setiap hari manusia menghadapi lebih dari 60.000 pikiran. Satu-satunya yang dibutuhkan sejumlah besar pikiran ini adalah pengarahan. Jika pengarahan yang ditentukan bersifat negatif maka sekitar 60.000 pikiran dari memori ke arah negatif. Sebaliknya, jika pengarahannya positif maka sejumlah pikiran yang sama akan keluar ke ruang memori yang positif.
Facebook Twitter Google+

Back To Top